Subscribe via email

Yuk! Berlanggan disini, masukan saja E-Mail kamu di bawah ini GRATIS.

Senin, 30 Agustus 2010

Abu Nawas, Menyembelih bayi dengan pedang

cerita abu nawas. Dongeng abu nawas. Kisah abu nawas dan raja. Humor sufi. Cerita lucu. Kocak. Jenaka.

Entah sudah berapa hari kasus seorang bayi yang di akui oleh dua orang ibu yang sama-sama ingin memiliki. Hakim rupanya mengalami kesulitan memutuskan dan menentukan perempuan yang mana sebenarnya yang menjadi ibu bayi itu.

Karena kasus berlarut-larut, maka terpaksa hakim menghadap Baginda Raja untuk minta bantuan. Baginda pun turun tangan. Baginda memakai taktik rayuan. Baginda berpendapat mungkin dengan cara-cara yang amat halus salah satu wanita itu ada yang mau mengalah. Tetapi kebijaksanaan Baginda Raja Harun Al-Rasyid justru membuat kedua perempuan makin mati-matian paling mengaku bahwa bayi itu adalah anaknya. Bagioda berputus asa.

Mengingat tidak ada cara-cara lain lagi yang bisa di terapkan baginda memanggil Abu Nawas. Abu Nawas Hadir menggantikan Hakim. Abu Nawas tidak mau menjatuhkan putusan pada hari itu melainkan menunda sampai hari berikutnya. Semua yang hadir yakin Abu Nawas pasti sedang mencari akal seperti biasa dilakukan. Padahal penundaan itu hanya disebabkan algojo tidak ada di tempat.

Keesokan hari sidang pengadilan di teruskan lagi. Abu Nawas memanggil algojo dengan pedang di tangan. Abu Nawas memerintahkan agar bayi itu di letakan diatas meja.

    "Apa yang akan kau perbuat terhadap bayi itu?" kata kedua perempuan itu saling memandang.

    Kemudian Abu Nawas berujar.

    "Sebelum saya mengambil tindakan apakah salah satu dari kalian bersedia mengalah dan menyerahkan bayi itu kepada yang berhak memilikinya?"

    "Tidak, bayi itu adalah anakku." kata kedua perempuan itu serentak.

    "Baiklah kalau kalian memang sungguh-sungguh sama menginginkan bayi itu dan tidak ada yang mau mengalah maka saya terpaksa membelah bayi itu menjadi dua sama rata." kata Abu Nawas Mengancam.

    Perempuan pertama girang bukan kepalang, sedangkan perempuan kedua menjerit-jerit.

    "Jangan, tolong jangan di belah bayi itu. Biarlah aku rela bayi itu seutuhnya di serahkan kepada perempuan itu." kata perempuan kedua.


Abu Nawas tersenyum lega. Sekarang topeng mereka sudah terbuka. Abu Nawas segera mengambil bayi itu dan langsung menyerahkan kepada perempuan kedua.

Abu Nawas minta agar perempuan pertama di hukum sesuai dengan perbuatannya. Karena tak ada ibu yang tega menyaksikan anaknya di sembelih. Apalagi di depan mata. Baginda Raja sangat puas terhadap keputusan Abu Nawas. Dan sebagai rasa terima kasih, Baginda menawari Abu Nawas menjadi penasehat hakim kerajaan. Tetapi Abu Nawas menolak. Ia lebih senang menjadi rakyat biasa sebagai orang desa.


Jika merasa Artikel ini bermanfaat,
bagikan artikel ini ke teman Anda lewat tombol di bawah ini »
Bookmark and Share


Mungkin Mau Baca Lagi Yang Ini :



Comments :

0 komentar ke “Abu Nawas, Menyembelih bayi dengan pedang”




Apa Pendapat Anda ?...

Grafik



feedburner
website hit counter

BASECAMP RHOEDAL

perkuat tali persahabatan kita dengan bergabung di forum BASECAMP RHOEDAL, forum berbagi belajar, dan senang-senang!!!!......
 

Copyright © 2010 by IRAN | Ikatan Remaja Amaliyah Nurul Huda

Template by Blog Tempate 4 U | Blogspot Tutorial | Edit Template By RHOEDAL