Subscribe via email

Yuk! Berlanggan disini, masukan saja E-Mail kamu di bawah ini GRATIS.

Rabu, 11 Agustus 2010

Abu Nawas, minta tolong sama lalat

cerita abu nawas. Dongen abu nawas

Abu nawas hanya tertunduk sedih mendengar penuturan istrinya. Tadi pagi beberapa pekerja kerajaan atas titah langsung baginda raja membongkar rumah dan terus menggali tanpa bisa di cegah. Kata mereka tadi malam baginda bermimpi bahwa di bawah rumah Abu Nawas terpendam emas dan permata yang tak ternilai harganya. Tetapi setelah mereka menggali ternyata emas dan permata itu tidak di temukan. Dan baginda meminta maaf kepada Abu Nawas, Tanpa mengganti kerugian. Inilah yang membuat Abu Nawas memendam dendam.

Lama Abu Nawas memeras otak, namun belum juga ia menemukan muslihat untuk membalas baginda. Makanan yang di hidangakan istrinya tidak di makan karena nafsu makannya lenyap. Malam pun tiba, namun Abu Nawas tetap tidak beranjak. Ke esokan hari Abu Nawas melihat lalat-lalat mulai menyerbu makanan Abu Nawas yang sudah basi. Ia tiba-tiba tertawa riang.

"Tolong ambilkan kain penutup untuk makanan ku dan sebatang besi." Abu Nawas berkata kepada istrinya.
"Untuk apa?" tanya istrinya heran.
"Membalas baginda raja." kata Abu Nawas singkat.
Dengan muka berseri-seri Abu Nawas berangkat menuju istana. Setiba di istana Abu Nawas membungkuk hormat dan berkata,
"Ampun tuanku, hamba menghadap tuanku baginda hanya untuk mengadukan perlakuan tamu-tamu yang tidak di undang. Mereka memasuki rumah hamba tanpa ijin dari hamba dan berani memakan makanan hamba."
"Siapakah tamu-tamu yang tidak di undang itu wahai Abu Nawas?" sergap baginda kasar.
"Lalat-lalat ini, tuanku." kata Abu Nawas sambil membuka penutup piringnya. "Kepada siapa lagi kalau bukan kepada baginda junjungan hamba, hamba mengadukan perlakuan yang tidak adil ini."
"Lalu keadilan bagaimana yang kau inginkan dariku?"
"Hamba hanya ingin ijin tertulis dari baginda sendiri agar bisa dengan leluasa menghukum lalat-lalat itu."
baginda raja tidak dapat mengelak diri untuk menolak permintaan Abu Nawas karena saat itu para menteri sedang kumpul di istana. Maka dengan terpaksa baginda membuat surat ijin yang isinya memperkenankan Abu Nawas memukul lalat-lalat itu di manapun mereka hinggap.

Tanpa menunggu perintah Abu Nawas mulai mengusir lalat yang ada di piringnya sehingga mereka hinggap di sana sini. Dengan tongkat besi yang sudah di bawa sejak dari rumahnya, Abu Nawas mulai memukul lalat-lalat itu.

Ada yang hinggap di kaca, Abu Nawas dengan leluasa memukul kaca itu hingga hancur, kemudian pas bunga yang indah, kemudian giliran patung hias sehingga sebagian dari istana dan perabotanya remuk di terjang tongkat besi Abu Nawas. Bahkan Abu Nawas tidak meras malu memukul lalat yang kebetulan hinggap di tempayan baginda raja.

Baginda raja tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menyadari ke keliruan yang telah di lakukan terhadap Abu Nawas dan keluarganya. Dan setelah merasa puas, Abu Nawas mohon diri. Barang-barang kesayangan baginda banyak yang hancur. Bukan hanya itu saja, baginda juga menanggung rasa malu.

Abu Nawas pulang dengan perasaan lega. Istrinya pasti sedang menunggu di rumah untuk mendengarkan berita apa yang di bawa dari istana.


Jika merasa Artikel ini bermanfaat,
bagikan artikel ini ke teman Anda lewat tombol di bawah ini »
Bookmark and Share


Mungkin Mau Baca Lagi Yang Ini :



Comments :

0 komentar ke “Abu Nawas, minta tolong sama lalat”




Apa Pendapat Anda ?...

Grafik



feedburner
website hit counter

BASECAMP RHOEDAL

perkuat tali persahabatan kita dengan bergabung di forum BASECAMP RHOEDAL, forum berbagi belajar, dan senang-senang!!!!......
 

Copyright © 2010 by IRAN | Ikatan Remaja Amaliyah Nurul Huda

Template by Blog Tempate 4 U | Blogspot Tutorial | Edit Template By RHOEDAL