Subscribe via email

Yuk! Berlanggan disini, masukan saja E-Mail kamu di bawah ini GRATIS.

Selasa, 24 Agustus 2010

Abu Ubaidah si pemberani yang dermawan

syirah sahabat. Sahabat nabi. Sahabat Rasulullah. Kisah para sahabat nabi. Sejarah islam. Kisah Abu Ubaidah bin Jarrah

Salah satu sahabat dekat Nabi Saw, yang sangat di percaya oleh kaum muslimin adalah Abu Ubaidah bin Jarrah, beliau lahir di Mekah, dari suku Quraisy yang terhormat. Nama lengkapnya adalah Abu Ubaidah Amir bin Abdullah bin Al Jarrah bin Hilal bin Uhaib bin Dhabbah bin Al Harits bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah. Dan dijuluki dengan nama Abu Ubaidah.

Abu Ubaidah nih adalah seorang yang berperawakan tinggi, kurus, berwibawa, bermuka ceria, rendah diri dan sangat pemalu. Beliau nih termasuk orang yang berani ketika dalam kesulitan, beliau juga disenangi oleh semua orang yang melihatnya, siapa aja yang mengikutinya akan merasa tenang. Wajahnya mudah sekali berkeringat, kedua gigi serinya tanggal, dan tipis rambut jenggotnya. Dia memiliki dua orang anak yang bernama Yazid dan Umair. Kedua anak itu merupakan buah hatinya dengan sang istri yang bernama Hindun bin Jabir. Namun, keduanya telah meninggal dunia sehingga dia tidak lagi memiliki keturunan.

Abu Ubaidah juga nih termasuk orang yang pertama-tama masuk Islam (Ashabiqunal awwalun), beliau memeluk Islam selang sehari setelah Sayyidina Abu Bakar As Shiddiq memeluk Islam. Beliau masuk Islam bersama Abdurrahman bin Auf, Utsman bin Mazun dan Arqam bin Abu al-Arqam. Sayyidina Abu Bakar juga yang membawa mereka menemui Rasulullah saw untuk menyatakan syahadat di hadapan Baginda Rasulullah Saw.

Kualitas dari seorang Abu Ubaidah tidak bisa kita pandang sebelah mata, jasa-jasa beliau nih nggak bisa kita ukur dengan apapun juga. Satu hal yang pasti. Beliau itu adalah orang yang sangat bisa di percaya. Seperti apa yang telah di sabdakan oleh Nabi saw :

“Sesungguhnya setiap umat mempunyai orang kepercayaan, dan kepercayaan umat ini adalah Abu Ubaidah bin al-Jarrah.”

Kehidupan beliau ini tidak jauh berbeda dengan kebanyakan sahabat lainnya, diisi dengan pengorbanan dan perjuangan menegakkan Agama Islam. Abu Ubaidah bin Jarrah juga ikut berperang bersama Rasulullah saw, beliau nih sangat terkenal dengan kepahlawanan dan pengorbanannya. Pada saat perang Badar berkecamuk, disinilah terlihat betapa besarnya cinta seorang Abu Ubaidah bin Jarrah terhadap Allah dan Rasul-Nya.

Di dalam peperangan tersebut Abu Ubaidah melihat bapaknya berada ditengah kaum musyrikin, maka Beliaupun berusaha keras untuk menghindar agar tidak berperang melawan bapak kandungnya sendiri, namun bapaknya terus mengikutinya dan berusaha ingin membunuh anaknya, setelah Abu Ubaidah terjepit, Maka tidak ada jalan lain untuk menghindar baginya, kecuali melawan bapaknya, dan bertemulah antara anak dan bapak yang sedang berperang demi ke imanan masing-masing, pedang mereka saling berbenturan dan pada akhirnya orang tua yang musyrik mati ditangan anaknya yang lebih cinta kepada Allah
dan Rasul-Nya daripada orang tuanya sendiri. Setelah peperang usai, tampak di wajah Abu Ubaidah kesedihan karena telah membunuh bapak kandungnya, baru setelah turunnya surat Al-Mujadilah ayat 22 tenanglah hati Abu ubaidah. Berikut ini adalah surat Al-Mujadilah ayat 22.

pahlawan islam. Perang badar. Perang uhud.

Artinya :“ Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak bapak, anak-anak, atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka kedalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridho terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung”. (QS. Al-Mujadilah : 22).

Dan ketika dalam perang Uhud, pasukan muslimin kucar kacir dan banyak yang lari meninggalkan pertempuran, justru Abu Ubaidah berlari untuk mendekati Nabinya tanpa takut sedikit pun terhadap banyaknya lawan. Dan didapati pipi Rasulullah Saw terluka, yaitu terhujamnya
dua rantai besi penutup kepala beliau, segera ia berusaha untuk mencabut rantai tersebut dari pipi Rasulullah saw. Abu Ubaidah bin Jarrah mulai mencabut rantai tersebut dengan gigitan giginya. Rantai itu pun akhirnya terlepas dari pipi Rasulullah saw. Namun bersamaan dengan itu pula gigi seri Abu Ubaidah bin Jarrah ikut terlepas dari tempatnya. Abu Ubaidah bin Jarrah enggak jera. Diulanginya sekali lagi untuk mengigit rantai besi satunya yang masih menancap dipipi Rasulullah saw hingga terlepas. Dan kali ini pun harus juga diikuti dengan lepasnya gigi Abu Ubaidah bin Jarrah, sehingga dua gigi seri sahabat ini ompong karenanya. Sejak saat itu Rasulullah saw memberinya gelar “Gagah dan Jujur”.


Jika merasa Artikel ini bermanfaat,
bagikan artikel ini ke teman Anda lewat tombol di bawah ini »
Bookmark and Share


Mungkin Mau Baca Lagi Yang Ini :



Comments :

0 komentar ke “Abu Ubaidah si pemberani yang dermawan”




Apa Pendapat Anda ?...

Grafik



feedburner
website hit counter

BASECAMP RHOEDAL

perkuat tali persahabatan kita dengan bergabung di forum BASECAMP RHOEDAL, forum berbagi belajar, dan senang-senang!!!!......
 

Copyright © 2010 by IRAN | Ikatan Remaja Amaliyah Nurul Huda

Template by Blog Tempate 4 U | Blogspot Tutorial | Edit Template By RHOEDAL