Subscribe via email

Yuk! Berlanggan disini, masukan saja E-Mail kamu di bawah ini GRATIS.

Senin, 27 September 2010

Abu Nawas, Merayu Tuhan

sejarah abu nawas. Kisah abu nawas. Dongeng abu nawas. Doa abu nawas

Di balik gabungan antara kejeniusan dan kejenakaan Abu Nawas sebenarnya ia adalah seorang ulama yang alim. Tak begitu mengherankan jika Abu Nawas mempunyai murid yang tidak sedikit.

Diantara sekian banyak muridnya, ada satu orang yang hampir selalu menanyakan mengapa Abu Nawas mengatakan begini dan begitu. Suatu ketika ada tiga orang tamu bertanya kepada Abu Nawas dengan pertanyaan yang sama. Orang pertama mulai bertanya,

    "Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?"
    "Orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil." jawab Abu Nawas.
    "Mengapa?" kata orang pertama.
    "Sebab lebih mudah diampuni oleh Tuhan." kata Abu Nawas.
    Orang pertama puas karena ia memang yakin begitu.
    Orang kedua bertanya dengan pertanyaan yang sama.
    "Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?"
    "Orang yang tidak mengerjakan keduanya." jawab Abu Nawas.
    "Mengapa?" kata orang kedua.
    "Dengan tidak mengerjakan keduanya, tentu tidak memerlukan pengampunan dari tuhan." kata Abu Nawas.


Orang kedua langsung bisa mencerna jawaban Abu Nawas.
Orang ketiga juga bertanya dengan pertanyaan yang sama.

    "Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?"
    "Orang yang mengerjakan dosa-dosa besar." jawab Abu Nawas.
    "Mengapa?" kata orang ketiga.
    "Sebab pengampunan Allah kepada hamba-Nya sebanding dengan besarnya dosa hamba itu. Jawab Abu Nawas.


Orang itu pulang dengan perasaan puas.

Karena belum mengerti seorang murid Abu Nawas bertanya.

    "Mengapa dengan pertanyaan yang sama bisa menghasilkan jawaban wanr berbeda?"
    "Manusia di bagi tiga tingkatan. Tingkatan mata, tingkatan otak dan tingkatan hati.
    "Apakah tingkatan mata itu?"tanya murid Abu Nawas.
    "Anak kecil yang melihat bintang di langit. Ia mengatakan bintang itu kecil karena ia hanya menggunakan mata." jawab Abu Nawas mengandaikan.
    "Apakah tingkatan otak itu" tanya murid Abu Nawas.
    "Orang pandai yang melihat bintang di langit. Ia mengatakan bintang itu besar karena ia berpengetahuan." jawab Abu Nawas.
    "Lalu apakah tingkatan hati itu?" tanya murid Abu Nawas.
    "Orang pandai dan mengerti yang melihat bintang di langit. Ia tetap mengatakan bintan itu kecil walaupun ia tahu bintang itu besar. Karena bagi orang yang mengerti tidak ada sesuatu asas m yang besar jika di bandingkan dengan ke Maha Besaran Allah."


Kini murid Abu Nawas mulai mengerti mengapa pertanyaan sama yang sama bisa menghasilan jawaban yang berbeda. Ia pun bertanya kembali.

    "Wahai guru, mungkinkah manusia bisa menipu Tuhan?"
    "Mungkin." jawab Abu Nawas.
    "Bagaimana caranya?" tanya murid Abu Nawas ingin tahu.
    "Dengan merayu-Nya melalui pujian dan doa." kata Abu Nawas.
    "Ajarkanlah doa itu kepadaku wahai guru." pinta murid Abu Nawas.
    "Doa itu adalah : illahi lastu lil firdausi ahla, wala aqwa'alan naril jahimi. Fahabli taubatan waghfir dzunubi, fainnaka ghafiruz dzanbil 'adhimi."


Catatan : begitu terkenalnya doa Abu Nawas itu, maka sampai sekarang masih sering di salah sebagai puji-pujian di masjid sebelum sholat-sholat wajib di laksanakan. Sedangkan arti doa itu adalah : "Wahai Tuhanku, aku ini sama sekali tidak pantas menjadi penghuni syurga, tetapi aku tidak akan tahan terhadap panasnya api neraka. Oleh seba itu terimalah tobatku serta ampunilah dosa-dosaku. Karena sesungguhnya engkaulah Dzat yang mengampuni segala dosa-dosa besar."


Jika merasa Artikel ini bermanfaat,
bagikan artikel ini ke teman Anda lewat tombol di bawah ini »
Bookmark and Share


Mungkin Mau Baca Lagi Yang Ini :



Comments :

0 komentar ke “Abu Nawas, Merayu Tuhan”




Apa Pendapat Anda ?...

Grafik



feedburner
website hit counter

BASECAMP RHOEDAL

perkuat tali persahabatan kita dengan bergabung di forum BASECAMP RHOEDAL, forum berbagi belajar, dan senang-senang!!!!......
 

Copyright © 2010 by IRAN | Ikatan Remaja Amaliyah Nurul Huda

Template by Blog Tempate 4 U | Blogspot Tutorial | Edit Template By RHOEDAL