Subscribe via email

Yuk! Berlanggan disini, masukan saja E-Mail kamu di bawah ini GRATIS.

Selasa, 07 September 2010

Kisah seorang anak Amerika yang memilih Islam sebagai agamanya part II

kisah turunnya hidayah. kisah-kisah islami. Cerita mualaf. Renungan hati. Kisah orang masuk islam. Bocah amerika masuk islam. Kisah mualaf

Silahkan di baca lagi lanjutan dari kisah seorang anak amerika yang memilih Islam sebagai agamanya

    ”Apa yang membuatmu tertarik
    pada Islam? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja?”
    Bocah itu diam sesaat dan kemudian menjawab,
    ”Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku”.
    Wartawab bertanya kembali,
    ” Apakah engkau telah puasa Ramadhan?”
    Muhammad tersenyum sambil menjawab,
    ”Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama”. Kemudian dia meneruskan,
    ”Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut”.
    ”Apakah cita-citamu?” tanya
    wartawan,
    Dengan cepat Muhammad menjawab,
    ”Aku memiliki banyak
    cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad”.
    ”Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk
    menunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut?”. tanya
    wartawan lagi.
    Ibu Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia
    berkata :
    ” Sesungguhnya
    gambar Ka’bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang
    hanyalah sembab khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain”.
    Tampaklah senyuman di wajah Muhammad Abdullah, dia melihat ibunya membelanya.


Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka’bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin. Kemudian Muhammad meneruskan,
”Sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar.”
Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya,
”Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini”.
”Apakah cita-citamu yang lain?” tanya wartawan.
“Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka”. jawab Muhammad Ibunya melihat kepadanya
dengan penuh keheranan. Maka diapun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini.

    Muhammad berkata,
    ”Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi
    perampasan terhadap Palestina”.
    ”Apakah engkau mempunyai cita-cita lain?” tanya
    wartawan lagi.
    Muhammad menjawab,
    “ Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al-Quran”.
    “ Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam?” tanya wartawan.
    Maka dia menjawab dengan meyakinkan,
    “Tentu”
    ” Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan? Bagaimana engkau menghindari daging babi?”
    Muhammad menjawab,
    ”Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi”.
    ”Apakah engkau sholat di sekolahan?”
    ”Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari” jawab Muhammad.


Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan,
”Apakah engkau mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan?”
Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan. Dan tanpa terasa, air mata mengalir di kedua mata sang wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5160271


Jika merasa Artikel ini bermanfaat,
bagikan artikel ini ke teman Anda lewat tombol di bawah ini »
Bookmark and Share


Mungkin Mau Baca Lagi Yang Ini :



Comments :

0 komentar ke “Kisah seorang anak Amerika yang memilih Islam sebagai agamanya part II”




Apa Pendapat Anda ?...

Grafik



feedburner
website hit counter

BASECAMP RHOEDAL

perkuat tali persahabatan kita dengan bergabung di forum BASECAMP RHOEDAL, forum berbagi belajar, dan senang-senang!!!!......
 

Copyright © 2010 by IRAN | Ikatan Remaja Amaliyah Nurul Huda

Template by Blog Tempate 4 U | Blogspot Tutorial | Edit Template By RHOEDAL