Abu Nawas, Mengalahkan gajah ajaib!!!! | IRAN | Ikatan Remaja Amaliyah Nurul Huda

Abu Nawas, Mengalahkan gajah ajaib!!!!

kisah abunawas. Dongen abunawas. Abunawas dengan baginda. Sejarah abunawas, cerita abunawas

Tidak tahu apa yang harus di kerjakan di rumah, Abunawas keluar untuk mencari angin. Abunawas bertanya kepada seorang lawan yang kebetulan berjumpa di tengah jalan.

    "Ada kerumunan apa disana?" tanya Abunawas.
    "Pertunjukan keliling yang melibatkan gajah ajaib?"
    Apa maksudmu dengan gajah ajaib?" kata Abunawas ingin tahu.
    "Gajah yang bisa mengerti bahasa manusia, dan yang lebih menakjubkan adalah gajah itu hanya mau tunduk kepada pemiliknya saja." kata kawan Abunawas menambahkan.

Abunawas makin tertarik. Ia tidak tahan untuk menyaksikan kecerdikan dan keajaiban binatang raksasa itu.

Kini Abunawas sudah berada di tengah kerumunan para penonton. Karena begitu banyak penonton yang menyaksikan pertunjukan tersebut, sang pemilik gajah dengan bangga menawarkan hadiah yang cukup besar bagi siapa saja yang sanggup membuat gajah itu mangguk-mangguk.

Tidak heran bila banyak diantara para penonton mencoba satu persatu. Mereka berupaya dengan beragam cara untuk membuat gajah itu mangguk-mangguk, tetapi sia-sia. Gajah itu tetap menggeleng-gelengkan kepalanya.

Melihat ke gigihan itu Abunawas semakin penasaran. Hingga ia maju untuk mencoba. Setelah berhadapan dengan gajah itu Abunawas bertanya,

    "Tahukah engkau siapa aku" tanya Abunawas. Gajah itu menggeleng.
    "Apakah engkau tidak takut kepadaku" tanya Abunawas lagi, namun gajah masih menggeleng.
    "Apakah engkau takut kepada tuanmu." tanya Abunawas mulai memancing. Gajah itu terdiam ragu.
    "Bila engkau tetap diam maka aku akan melaporkan kamu kepada tuanmu." lanjut Abunawas mulai mengancam. Akhirnya gajah itu terpaksa mengangguk-angguk.


Atas keberhasilan membuat gajah itu mangguk-mangguk maka ia mendapat berupa uang yang banyak. Bukan main marahnya pemilik gajah itu hingga ia memukul binatang yang malang itu. Pemilik gajah itu malu bukan kepalang. Hari berikutnya ia ingin menebus kekalahannya. Kali ini ia melatih gajahnya mangguk-mangguk. Bahkan ia mengancam akan menghukum berat gajahnya bila sampai bisa di pancing penonton mangguk-mangguk terutama oleh Abunawas. Tak peduli pertanyaan apapun yang di ajukan.

Saat-saat yang dinantikan tiba. Kini para penonton yang ingin mencoba, harus sanggup membuat gajah itu menggeleng-gelengkan kepala. Maka seperti hari sebelumnya, banyak para penonton tidak sanggup memaksa gajah itu menggeleng-gelengkan kepala. Setelah tidak ada lagi yang ingin mencobanya, Abunawas maju. Ia mengulang pertanyaan yang sama.

    "Tahukah engkau siapa aku?"tanya Abunawas, gajah itu mengangguk.
    "Apakah engkau tidak takut kepadaku?" Abunawas kembali bertanya, gajah pun kembali mengangguk.
    "Apakah engkau tidak takut kepada tuanmu?" pancing Abunawas. Gajah itu tetap mengangguk, karena gajah itu lebih takut terhadap ancaman tuannya dari pada Abunawas.


Akhirnya Abunawas mengeluarkan bungkusan kecil berisi balsem.

    "Tahukah engkau apa guna balsem ini?" tanya Abunawas, gajah itu tetap mengangguk.
    "Baiklah, bolehkah selangkanganmu ku gosokan dengan balsem" ujar Abunawas.

Gajah itu mengangguk. Lalu Abunawas menggosok selangkangan gajah itu dengan balsem, tentu saja gajah itu merasa agak kepanasan dan mulai agak panik. Kemudian Abunawas mengeluarkan kembali bungkasan yang cukup besar, bungkusan itu juga berisi balsem.

    "Maukah engkau bila balsem ini ku habiskan untuk menggosok selangkanganmu?" Abunawas mulai mengancam.

Gajah itu mulai ketakutan, dan rupanya ia mulai lupa ancaman tuannya sehingga ia terpaksa menggeleng-gelengkan kepala sambil mundur beberapa langkah.

Abunawas dengan kecerdikannya dan dengan akalnya yang licin mampu memenangkan sayembara meruntuhkan kegigihan gajah yang dianggap cerdik.

Subscribe to receive free email updates: