Menetapkan awal Ramadhan dengan Rukyat dan Hisab | IRAN | Ikatan Remaja Amaliyah Nurul Huda

Menetapkan awal Ramadhan dengan Rukyat dan Hisab

pengertian rukyat, hisab dan hilal

Biasanya nih di indonesia kalau menentukan awal Ramadhan dan Idul Fitri itu gak bareng alias gak kompak, antara Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, selalu 2 organisasi terbesar. Kenapa bisa begitu ya??.....

Perlu kita inget dalam penghitungan kalender Hijriah, hari itu di mulai pada waktu matahari terbenam, berbeda dengan penghitungan hari dalam masehi yang berganti pada tengah malam. Dalam menentukan awal bulan dalam kalender Hijriyah itu ada dua macem yaitu melalui Metode Rukyat dan Metode Hisab.

Kalau mau nentuin awal bulan dengan menggunakan metode Rukyat itu ialah dengan melihat secara langsung atau dengan lensa pembesar (teropong) Untuk melihat bulan sabit muda, kalau bulan sabit muda udah terlihat maka penentuan awal bulan dapat di tetapkan, metode ini bisa di lakukan hanya sesaat setelah maghrib tiba, karena intensitas cahaya hilal sangat kecil (redup). Metode inilah yang sering di pakai para ulama NU untuk menentukan awal bulan dalam kalender Hijriyah.

pengertian rukyat, hisab dan hilal


Nah berbeda dengan NU para ulama Muhammadiyah sering merujuk kepada metode Hisab.metode hisab ialah penghitungan awal bulan dengan memperhitungkan perputaran bulan yang mengeliling bumi. penghitungan ini bisa di itung dengan sistem matematis atau dengan astronomi.

Ke2 metode inilah yang di pakai pada jaman Nabi Muhammad Saw, yang menghitung awal bulan melalui Rukyat atau Hisab.
Tapi Rasulullah Saw sendiri lebih sering memakai metode Rukyat karena keakuratannya, kecuali kalau sedang musim hujan atau cuacu yang tidak mungkin untuk melihat Rukyat, baru Rasulullah memakai metode Hisab. Seperti Hadist yang telah di riwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim. Rasulullah Saw bersabda :
" Berpuasalah engkau karena melihat hilal dan berbukalah engkau karena melihat hilal. Bila hilal tetutup atasmu, maka sempurnakanlah bilangan Syaban tiga puluh hari"

Karena jaman sekarang udah sangat canggih proses penghitungan melalui Hisab bisa di pastikan 99% akurat. Jadi ke 2 metode ini bisa kita pakai dalam nentuin awal bulan Ramadhan.

Subscribe to receive free email updates: